Selasa, 10 April 2018



OBJEK WISATA DI LEBONG
1.      Wisata Danau Tes : Danau Tes merupakan tempat wisata sekaligus menjadi Pusat Pembang-kit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Bengkulu. Tidak sama dengan tempat wisata lainnya, luas objek wisata Danau Tes + 750 Ha jarak tempuh-nya 25 km dari ibu kota kabupaten dapat di tempuh dengan ken-daraan umum, Danau Tes telah tersentuh oleh Penataan Pembangunan.
2.      Sumber Air Panas Desa Tes : Luas Areal 1 Ha belum dikembangkan.
3.      Air Terjun Telon Buyuk : Terletak di Desa Turan Lalang 11 Km dari Ibu Kota Kecamatan 24 Km dari Ibu Kota Kabupaten dapat ditempuh dengan kendaraan umum ketinggian ± 50 Meter, mempunyai keindahan Panorama Alam kesejukan dan Kebersihan Udara Luas Area Wisata 9, 5 Ha belum dikembangkan.
4.      Wisata Air Picung : Air Picung merupakan tempat Wisata Danau Alami, terletak disebelah Utara Kota Muara Aman dengan jarak ± 5 Km sama halnya dengan tempat Wisata Air Putih, Air Picung belum tersentuh oleh Penataan Pembangunan dan di kelola secara profesional.
5.      Objek Wisata Alam Lobang Kacamata : Terletak di Desa Lebong Tambang yang berada di Kecamatan Lebong Utara + 2 Km dari Pusat Kota Lobang Kacamata memiliki keunikan tersendiri yang mana terletak di dalam Bukit atau Dinding Bukit yang berbatu.
6.      Air Putih : Air Putih merupakan tempat wisata sumber air panas yang sangat menarik yang terletak ± 10 Km sebelah Timur dari Kota Muara Aman di Desa Air Kopras. Suasana Air Putih pada saat ini masih alami karena belum ada penataan pembangunan yang memadai.
7.      Objek Wisata Air Panas : Terletak didesa Karang Dapo Kecamatan Lebong Selatan ± 54 Km dari Ibu Kota Kabupaten, dapat ditempuh dengan kendaraan, ada kolam pemandian dengan keindahan Panorama Alam.
8.      Danau Lupang : Terletak di Kelurahan Mubai Kecamatan Lebong Selatan jarak tempuhnya 6 Km dari Ibu Kota Kecamatan, Sarana yang dimiliki jalan setapak mempunyai Panorama Alam yang indah luas Danau Lupang ± 5 Ha belum tersentuh pengembangan Pembangunan.
9.      Gunung Belerang : Terletak di Kelurahan Mubai ± 6 Km dari Ibu Kota Kelurahan ± 9 Km dari Ibu Kota Kecamatan mempunyai keindahan Panorama Alam.
10.  Air Terjun Ketenong : Terletak di Desa Ketenong, masih alami dan belum dikembangkan diperlukan investor untuk pengem-bangan lebih lanjut .
11.  Sumber Air Panas Turan Lalang : Luas Area 0, 5 Ha masih alami terletak di Desa Turan Lalang.
12.  Objek Wisata Air Terjun Tes : Terletak di Desa Tes, Luas lahan 1,5 Km masih alami dengan keindahan Panorama Alam.
13.  Wisata Air Paliak (Lebong Utara) : Sama halnya dengan Sumber air panas Air Putih, Air Paliak merupakan tempat wisata alami yang sangat menarik . akan tetapi di Air Paliak suasana pegunungannya sangat terasa karena memang terdapat di Daerah Pegunungan.
14.  Danau Blue : Terletak di Desa Mubai Luasnya ± 2 Km belum dikembangkan mempunyai pemandangan yang indah dan alami, airnya jernih kebiru-biruan.
15.  Sungai Ketahun : Terletak disepanjang Desa Suka Sari dan Talang Leak mempunyai air yang sangat jernih, keindahan Panorama Alam dan Luasnya sungai sepanjang 20 Km.
16.  Air Terjun Sapat Desa Tik Sirong Kec Topos. Dengan air terjun yang jernih di kelilingi pegunungan yang masih murni
17.  Air Terjun Ekor Kuda, Kec Topos. Di kelilingi pegunungan dan aliran sungai Tik Semulen
18.  Objek Wisata Lainnya : Diantaranya Goa Sriwijaya, Suban Gergok, Telaga Tujuh warna, Air Terjun Tik Gumaceak, Air Terjun Siapang, Air terjun Bio Baes, Air Terjun Taman Peri, Air Terjun Amen, Arum Jerang Air Ketahun dan Air Terjun Tebing Serai.


Pesona Lubang Kacamata Tanpa Kelola
MUARA AMAN—Memang sangat disayangkan objek wisata alam dan sejarah di daerah Bengkulu sangat kurang perhatian, bahkan ada kesan Pemerintah Daerah hanya ingin uang dari pengunjung saja.
Selain Benteng Malborouhg, Rumah Pengasingan Bung Karno, Rumah Ibu Fatmawati, Makam Sentot Alibasya, Tapak Paderi ada sebuah peninggalan penjajah Belanda di daerah Lebong, tepatnya di ibukota Kabupaten Lebong, Muara Aman.
Di sana ada peninggalan Belanda berupa eks tambang emas yang terkenal dengan sebutan Lubang Kacamata. Eks tambang emas Lubang Kacamatan berada di Desa Lebong Tambang Lebong Tambang, kecamatan Lebong Utara ± 2 Km dari kota Muara Aman atau sekitar 65 km dari kota Bengkulu.
Lubang Kacamata memiliki keunikan tersendiri, karena berbentuk seperti kacamata akibat bekas pengerjaan tambang di bukit batu tersebut. Kedua lubang itu hanyanya semacam jendela bagi para pekerja tambang emas, karena di dalam bukit batu itu terdapat ruangan cukup luas.
Dari ruangan tersebut pada dinding batunya banyak ditemui bekas lubang penggalian batu emas saat tamang itu jaya. Saat ditemukan, eks tambang itu dinamakan Lubang Kacamata, karena ada dua lubang di dinding batu seperti mulut goa.
Kedua lubang itu berbeda, lubang sebelah kiri lebar dinding yang terbentuk berukuran sekitar 2 meter dengan tinggi sekitar 1,8 meter. Lubang sebelah kanan memiliki lebar hampir 3 meter dan tinggi 2 meter.
Lubang Kacamata merupakan salah satu lokasi penambangan emas peninggalan Belanda di Kabupaten Lebong. Beberapa tahun terakhir lubang kacamata dijadikan salah satu objek wisata pihak Pemkab Lebong. Sayangnya, pengelolaan objek wisatanya terkesan seperti para mingguan. Artinya, saat ramai dikunjungi pemerintah setempat membuat tempat-tempat berdagang.
Juga, saat ini eks tambang itu oleh masyarakat sekitarnya masih dijadikan tempat penambangan emas secara tradisional. Aktivitas penambangan emas tradisional ini termasuk daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Lubang Kacamata.
Terlepas dari sepenggal sejarah Lubang Kaca Mata, menempuh lokasi objek wisata unik Lebong ini tidaklah susah. Meskipun belum ada trayek angkutan, wisatawan bisa minta diantar dengan angkutan motor becak yang ada di seputaran Pasar Muara Aman dan hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 10 menit.
Apalagi jalan menuju lokasi Lubang Kacamata amat sudah mulus dan diaspal hotmix hingga ke lokasi Lubang Kacamata. Tidak hanya itu, saat ini juga sudah dibangun tangga permanen untuk menaiki Lubang Kacamata.
Selain itu, sayangnya dalam goa Lubang Kacamata, meskipun masih ada aktivitas penambangan tradisional, namun kurang terawat dan terurus. Pengelolaan objek wisata ini juga belum maksimal. Selain belum memberikan kontribusi yang besar bagi PAD Lebong, sarana dan prasarana seperti tempat berbelanja atau warung juga belum ada. Begitu juga tempat duduk untuk bersantai di dalam lubang juga masih minim.
Lubang Kacamata Lebong memiliki keunikan tersendiri yaitu lubang yang terbentuk di dinding bukit berbatu. Lubang tersebut terbentuk ketika masa penjajahan Belanda sebagai pintu masuk ke pertambangan emas. Pertambangan peninggalan Belanda tersebut dibangun antara tahun 1905-1913 dan masih terdapat tulisan di dinding-dinding dalam lubang. Ada tiga buah lubang menembus gua dengan diameter sekitar 2 meter. Saat ini, masyarakat memanfaatkan tempat tersebut untuk penambangan emas tradisional. Aktifitas penambangan mulai proses awal pencarian, penambangan, penyaringan dan sampai dengan tahap pembuatan menghasilkan emas/perak menjadi daya tarik terssendiri bagi para wisatawan.
Lubang Kacamata Lebong termasuk bangunan kuno, di dalamnya terdapat kamar tahanan Belanda dilengkapi dengan dinding pengaman dari besi. Juga, ditemukan meja kerja dari batu dan alat pengolahan emas (kincir) dari kayu. Ketika ditemukan oleh warga desa Air Putih, kecamatan Pinang Berlapis, mereka menemukan batu nisan berumur sekitar 100 tahun berbentuk salib, juga ada yang bertuliskan arab, terbuat dari batu granit berwarna putih dengan bahan baku dari batu berlapis perak, batu nisan tersebut diduga merupakan makam Belanda waktu menambang emas di Lebang. Benda tersebut menjadi saksi bisu sejarah keberadaan Belanda di Lebong. (bersambung/RD-02)