Selasa, 26 Januari 2016

Faktor Kalah dan Menang Kontestan Pilkada



Oleh Naim Emel Prahana
Pegiat seni budaya

Adagium lama, “kegagaan adalah kemenangan yang tertunda!” Mungkin tidak cocok dengan peristiwa pemilihan kepala daerah (pilkada), apalagi pilkada serentak 2015 yang baru saja lewat di depan rumah rakyat. Kekalahan pada pilkada sekarang ini, benar-benar kekalahan yang ‘kalah’ dari semua sisi. Kekalahan pasangan calon (paslon) kepala daerah tersebut bukanlah suatu kegagalan, melainkan kekalahan nyata.
Jika dikatakan pilkada itu punya cost mahal, benar sekali! Kendati, pada pilkada serentak 2015 banyak biaya yang biasanya dikeluarkan paslon menjadi berkurang, karena biaya-biaya utama ditanggung oleh pemerintah melalui KPU. Namun demikian, biaya pilkada setiap paslon jelas sangat tinggi. Sebab, aturan yang membatasi anggaran kampanye, pembuatan APK, transportasi, sosialisasi dan kampanye terbuka itu.
Bias disiati oleh paslon dan tim suksesnya. Itulah biaya pilkada yang tetap mahal. Apalagi paslonnya mengalami kekalahan. Jika ditinjau dari kekalahan paslon dalam pilkada yang baru saja berlalu. Banyak hal yang selama ini tidak terpikirkan oleh paslon.
Kekalahan pertama; kalah banyak meraih suara dari paslon lain. Berarti gagal mendapat simpati dan dukungan dari rakyat. Faktor penyebabnya banyak sekali. Diantaranya karena rakyat sudah semakin cerdas memilah dan memilih calon pemimpin mereka untuk waktu yang panjang – lima tahun!
Track record seorang calon selalu terekam dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan akan muncul pada saat pilkada. Track record itu, bisa saja si calon pernah jadi pejabat daerah atau pengusaha yang butuh masyarakat ketika ada maunya. Setelah tercapai masyarakat dibuang seperti sampah. Kekecewaan model itu sangat mempengaruhi perolehan suara pada pilkada oleh seseorang calon. Berarti, kekalahan itu ada pada diri si calin itu sendiri. Dan, itu kekalahan yang sangat dahsyat. Apalagi jika dikaitkan dengan biaya yang sudah dikeluarkan.
Kekalahan kedua; kemenangan calon kepala daerah pada pilkada sebenarnya mudah sekali diprediksi. Di samping track recordnya, juga masalah popularitas. Apakah popularitas seseorang itu didongkrak atau didapat dari kecintaan masyarakat terhadap apa-apa yang dikerjakannya selalu dekat dengan rakyat. Rakyat akhirnya sangat mengenal sosok si calon. Lain halnya dengan popularitas dongkrakan.
Kemenangan atau kekalahan di pilkada merangkum semua faktor penyebab yang ada pada diri si calon. Intern maupun ekstern. Memang, kekalan di pilkada sangat menyakitkan bagi paslon yang tidak siap yang hanya punya ambisi berlebihan. Tidak bagi paslon yang benar-benar siap. Artinya, pencalonan dirinya betul-betul sebagai wujud pemegang amanah rakyat.
Kampanye-kampanye berisi kebohongan sebaiknya tidak dilakukan paslon, jika ingin bertarung secara fair. Sebab, indikasi rakyat sudah semakin cerdas akan melibas kebohongan itu dengan tidak memberikan dukungan kepada paslon yang suka hoak!
Hal itu sudah banyak terbukti. Terutama di pilkada serentak 2015 yang baru usai melakukan pemungutan suara.  
Bberapa incumben harus takluk dengan pendatang baru yang dinilai masyarakat akan memberikan udara segar bagi pembangunan di daerahnya. Sementara incumben yang selalu mengumbar tentang keberhasilannya, dinastinya atau semacam itu ditinggalkan pemilih. Karena faktor pertama tentang track record di atas tadi.
Kekalahan ketiga; kompetisi di pilkada butuh taktik, strategi dan manajemen yang terukur, terarah dan terdata. Bukan manajemen ‘katanya’ tim sukses. Karena ketika strategi, taktik atau manajemen kurang bagus. Banyak pihak yang akan menggoreng paslon (mungkin termasuk tim suksesnya sendiri) dan para penjudi.
Paslon seperti pada pilkada serentak 2015 tidak dapat mengandalkan rencana dalam bentuk spekulasi tinggi, antara lain mengandalkan serangan fajar untuk meraih suara banyak dari pemilih. Sebab, teori spekulasi itu tidak cukup punya dana besar, tetapi ia harus punya orang-orang yang genius, trampil dan profesional. Jika tidak, dipastikan paslonnya akan digoreng habis-habisan.
Terutama paslon yang berasal dari jalur perorangan (independen). Benar-benar harus punya database real tentang dukungannya. Banyak percakapan real di tengah masyarakat menjelang hari pemungutan suara yang tidak tertangkap oleh paslon maupun tim suksesnya. Padahal, suara-suara langsung itu adalah nyata.
Penulis punya cerita sendiri. Beberapa tahun silam menjelang pemilihan gubernur Lampung (Pilgub) yang salah satu calonnya adal Sjachroedin ZP, kemudian ada Alzier Dianis Thabrani, Zulkifli Anwar, Andy Achmad SJ dll. Penulis melakukan perjalanan dari Bengkulu ke Lampung melalui Baturaja – Martapura – Waykanan, Bukitt Kemuning.
Sepanjang jalan di daerah Way Kanan saya bersama teman tidak melihat satupun baleho, spanduk atau banner paslon gubernur. Kecuali gambar Sjachroedin. Sesampai di Bukit Kemuning penulis bilang sama teman. “Jelas, Sjachroeddin ZP bakal menang!”. Usai pilgub, ternyata benar. Mungkin juga apa yang penulis katakan itu hanya faktor kebetulan. Tapi, tidak. Penulis melihat banyak msisi lainnya.
Pada saat pilgub Lampung yang salah satu calonnya ada Ridho Ficardo, penulis waktu itu melakukan perjalanan dengan seorang kawan lainnya dari Bengkulu ke Lampung melalui Pesisir Barat dan Lampung Barat. Sejak perbatasan dari Kabupaten Kaur (Bengkulu) dengan Pesisir Barat – sepanjang jalan, di kampung-kampung dan hutan tanpa penghuni (rumah penduduk). Penulis melihat hanya gambar Ridho Ficardo yang ada bahkan di dalam hutanpun gambarnya ditempel di kayu-kayu besar.
Penulis bilang sama kawan, “Waduh, nggak lawan. Ridho Ficardo pasti menang!” Sekali lagi ucapan penulis itu pada akhirnya bener. Pada pilkada serentak kemarin berulang kali penulis bilang, paslon di Lampung Selatan, Rycho Menoza, paslon Pesawaran Aries Sandy sudah kehilangan massa, karena selama kepemipinan keduanya terjadi banyak hal yang dinilai masyarakat tidak pantas dan tidak patut dilakukan. Ternyata, hasilnya memang benar, Zainuddin dan Dandi Ramodana berhasil menaklukkan kedua incumben tersebut.
Jadi, mengikuti pilkada memang harus siap segala-galanya, termasuk dana – walau sejak pilkada serentak dana kampanye sebagian besar ditanggung pemerintah cq KPU. Tapi, dana-dana lain sebagai bensin kegiatan paslon harus siap sedia sejak awal dan manajemen yang teratur dan terarah.
Dan, perlu diingat, bahwa pesta demokrasi seperti pilkada, pemilu, pilpres, pilgub atau pemilihan lain selalu saja dibayang-bayangi para penjudi yang karena perjudiannya, sering mengalihkan perhatian pemilih dalam pilihannya. Dengan begitu, maka kalah dan menang dalam pilkada tidak lepas dari persoalan nilai seorang kompetitor (kontestan).

Minggu, 18 Oktober 2015

7 Golongan Orang-orang Yang Didoakan Malaikat Ketika Mereka Hidup



Dalam Islam, ketika seseorang menjadi sangat taat maka mereka akan didoakan oleh para Malaikat, dan inilah orang-orang yang didoakan Malaikat karena ketaatan mereka dalam masalah agama dan tauhid. Ternyata, banyak alasan mengapa orang bisa didoakan oleh malaikat dan kali ini akan kita bahas 7 alasan mengapa seorang manusia hidupnya akan dipenuhi oleh doa-doa yang berasal dari malaikat.
Adapun orang-orang yang didoakan malaikat ketika mereka masih hidup adalah orang-orang berikut ini:
  1. Mereka yang tidur dalam keadaan setelah berwudhu atau bersuci. 
Hal ini dirawayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar, dimana dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW berkata tentang mereka yang tidur dalam keadaan suci (setelah berwudhu) maka ia akan ditemani oleh malaikat di dalam pakaiannya. Orang tersebut juga baru akan terbangun ketika malaikat berdoa kepada Allah untuk mengampuninya. Hadist ini dinilai shahih.
  1.  Orang yang menunggu shalat sambil duduk. 
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa seseorang yang duduk saat menunggu shalat termasuk dalam golongan yang didoakan oleh malaikat. Ketika orang tersebut duduk, para malaikat akan ikut duduk sambil berdoa untuk pengampunannya.
  1. Orang-orang yang shalat di shaf depan juga akan mendapatkan doa dari
malaikat.
Dimana ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Imam Abu Dawud dari Barra’ bin ‘Azib. Rasulullah berkata bahwa Allah beserta para malaikat akan dengan senang hati bershalawat untuk mereka yang berdiri di barisan paling depan saat shalat berjamaah.
  1. Malaikat akan ikut berkata “amin” saat seorang imam shalat selesai membaca surat Al Fatihah. 
Hal ini lah kenapa kita dianjurkan untuk mengucap amin karena bertepatan dengan doa malaikat untuk menghapuskan dosa masa lalu kita.
  1. Mereka yang menunaikan shalat shubuh dan ‘ashar mereka di Masjid dan secara berjamaah.
Penyebab hal ini adalah karena malaikat akan berkumpul saat shalat shubuh. Doa malaikat untuk golongan ini adalah agar Allah mengampuni mereka saat hari kiamat tiba.
  1. Seorang manusia yang berusaha menjenguk orang lain ketika sakit akan mendapatkan keuntungan doa dari malaikat. 
Rasulullah bersabda seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ali bin Abu Thalib bahwa Allah akan mengutus 70.000 malaikat yang akan bershalawat sepanjang siang dan malam hingga shubuh tiba bagi mereka yang melakukan hal tersebut.
  1. Golongan lain yang mendapatkan keistimewaan didoakan oleh malaikat adalah mereka yang mengajarkan kebaikan pada orang lain. 
Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah bahwa ketika ada orang yang mengajarkan kebaikan maka tidak hanya malaikat bahkan seluruh isi langit dan bumi akan bershalawat demi orang tersebut.
Sebenarnya masih banyak daftar orang-orang yang mendapatkan keistimewaan luar biasa untuk dapat didoakan langsung oleh makhluk-makhluk yang paling dekat dengan Allah SWT, tapi karena keterbatasan tempat, maka hanya orang-orang dalam daftar kecil inilah orang-orang yang didoakan malaikat.

5 Kesalahan Istri Saat Berhubungan



Jima’ adalah amalan khusus suami istri yang memiliki banyak manfaat; sudah nikmat, berpahala pula. Namun, ternyata tidak semua pasangan suami istri mampu memanfaatkan jima’ dengan baik akibat tercampur dengan kesalahan baik disengaja atau tidak.
Kesalahan itu bisa datang dari istri dan bisa datang dari suami. Berikut ini lima kesalahan istri saat berhubungan.

1. Menganggap hanya sebagai kewajiban
Muslimah yang baik tentu tahu bahwa kapan pun suami minta, ia perlu siap. Ia pun sadar bahwa hubungan itu merupakan kewajiban sekaligus hak pasangan suami istri. Namun kadang ada istri yang menganggap bahwa berhubungan hanyalah sebuah kewajiban. Akibatnya ia tidak bisa menikmatinya dengan sempurna dan yang penting hajat suaminya tersalurkan.

2. Penampilan lusuh
Ada pula istri yang tampil apa adanya saat akan berhubungan. Bahkan cenderung terkesan lusuh. Ia memakai baju yang telah lama, padahal sebenarnya ia punya baju bagus dan membuat suaminya lebih tertarik.
Hal tersebut dapat membuat suami menjadi kurang ‘selera’. Bahayanya, jika hal itu bisa merenggangkan cinta antara keduanya. Suami bisa terdorong untuk membandingkan mengapa istrinya ketika keluar rumah tampil cantik, eh waktu diajak bercinta malah tampil kumal.
Cobalah perbaiki penampilan saat akan bersama suami tercinta. Pakailah pakaian yang indah, kalau perlu pakailah lingerie seksi dan perhatikan perubahan pada diri suami.
3. Tak memperhatikan bau
Selain baju, kesalahan lain yang kadang dilakukan seorang istri adalah tidak memperhatikan bau. Bisa jadi bau ini dari pakaiannya yang tadi. Atau mungkin bau keringat, minyak kayu putih, dan lainnya. Bau mulut juga bisa mengganggu.
Karena itu sebelum melakukan bersama suami, tubuh sudah bersih, gosok gigi, kalau perlu pakailah parfum yang disukai suami.

4. Pasif
Jika baju dan bau merupakan kesalahan sejak persiapan, pasif ini kesalahan saat melakukan. Ada kalanya seorang istri menganggap dirinya hanya obyek sehingga ia pasif saja. Padahal hampir semua suami suka jika istrinya juga aktif saat bercinta.
Istri yang diam, kurang gerak dan tanpa suara saat jima’ selain mengurangi kualitas yang dirasakan suami juga sebenarnya kembali kepada dirinya sendiri. Menurut survei, wanita yang berhubungan namun tidak berhasil ke puncak mencapai 80 persen angkanya. Jika tidak mau seperti itu, salah satu kiatnya adalah aktiflah. Ekspresikan segala hasrat dan raihlah pahala bersama puncak kenikmatannya.

5. Minim komunikasi
Komunikasi ini bisa terjadi sebelum, di saat dan setelah melakukannya. Sering kali seorang istri menginginkan begini dan begitu, tetapi tidak disampaikan kepada suaminya. Hanya dipendamnya dan hampir tidak pernah terlaksana. Seharusnya hal itu bisa disampaikan sebelum melakukannya.
Adapun komunikasi setelah melakukannya bisa berisi pujian, ucapan terima kasih, bahkan ‘evaluasi’ untuk perbaikan berikutnya.

5 Pertanyaan untuk Para Istri



Tak ada wanita yang paling bahagia di dunia ini melainkan kalau ia begitu dicintai suami dan dapat membahagiakan suami.
Apalagi bagi seorang muslimah pernikahan bukan sekedar pelabuhan cinta tapi jembatan menuju jannah Allah SWT.
Pernikahan adalah pusat investasi amal soleh bagi wanita yang segala keuntungannya akan dipetik di dunia dan yang paling utama adalah di akhirat.
Maka wanita yang paling bahagia dan paling sukses adalah mereka yang dimuliakan Allah SWT. akhirat kelak.
Semoga para istri tidak lupa, Andalah kelak yang akan menjadi wanita terbaik dan tercantik di dalam jannah Allah Ta’ala mengalahkan kecantikan dan keelokan para bidadari di surga.
Imam ath-Thabraniy meriwayatkan bahwa Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulallah, apakah perempuan dunia yang lebih afdhal ataukah bidadari surga?”
Beliau saw. menjawab, “Perempuan dunia lebih afdhal dari bidadari surga seperti keutamaan pakaian luar dari pakaian dalam.” Ummu Salamah bertanya lagi, “Dengan apa itu?”
“Dengan shalat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah SWT. Allah SWT. menghiasi wajah mereka dengan cahaya, pakaian yang paling baik, perhiasan emas, tempat mereka (dihiasi) mutiara, sisir mereka emas. Mereka berdendang dengan suara lantang yang belum pernah didengar oleh mahluk. Mereka berkata, ‘ingatlah kami adalah kekal dan kami tidak mati, ingatlah kami mendapat penuh kenikmatan sehingga kami tidak pernah bersedih selamanya, ingatlah kami tidak pernah bersedih selamanya, ingatlah kami orang yang mukim sehingga tidak pernah berpindah selamanya, ingatlah kami senantiasa ridha sehingga kami tidak marah selamanya. Alangkah bahagianya orang yang kami dulu menjadi miliknya (istrinya) dan dia adalah milik (suami) kami’.”
Cobalah mengukur diri Anda sendiri para istri dengan beberapa pertanyaan berikut, lalu lihat hasilnya apakah Anda sudah menjadi istri idaman hati suami, dan semoga Allah memudahkan perjalanan Anda ke surga.
1.      Apakah Anda bisa untuk selalu rendah hati di hadapan suami walaupun mungkin level status sosial dan pendidikan juga pekerjaannya berada di bawah Anda? Ingatlah Nabi saw. bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ.

“Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya akan aku perintahkan para isteri untuk sujud kepada para suami mereka, karena besarnya hak yang Allah berikan kepada para suami atas mereka” [HR Abu Dawud, 2142. At-Tirmidzi, 1192; dan Ibnu Majah 1925.]

2. Bisakah Anda untuk selalu berterima kasih kepada suami Anda atas kebaikan yang ia berikan untuk keluarga meski itu mungkin remeh di hadapan orang lain dan Anda sendiri? Ingatlah Nabi saw. bersabda:

 يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِىَ لاَ تَسْتَغْنِى عَنْهُ
“Allah tidak memandang kepada perempuan yang tidak berterima kasih kepada suaminya dan dia tidak berupaya mengerjakan sendiri tanpa merepotkan suaminya.” (HR. Bayhaqiy)
3. Apakah Anda selalu berusaha untuk membuatnya ridlo, senang dan bahagia meski mungkin terkadang ada ketidakcocokan di antara Anda berdua? Ingatlah Nabi saw. bersabda:
“Maukah aku beritahukan tentang perempuan kalian di surga?” Kami berkata, “Benar ya Rasulallah!” Beliau bersabda, “Setiap perempuan yang subur, penyayang, jika ia dibuat marah atau diperlakukan buruk atau suaminya marah, ia berkata, ‘ini kedua tanganku di tanganmu, aku tidak akan bisa memejamkan mata hingga engkau ridho’.” (HR. Ath-Thabrani)

4. Bisakah Anda mendahulukan hak suami dibandingkan hak Anda sendiri, karir Anda, dakwah Anda bahkan mungkin orang tua Anda? Karena memang pernikahan menjadikan seorang suami wajib untuk ditaati oleh para istri. Nabi saw. bersabda, “Seorang perempuan tidak bisa menunaikan hak-hak Allah SWT. hingga ia menunaikan hak-hak suaminya seluruhnya.” (HR. Ath-Thabrani)

5. Bisakah Anda menjaga kehormatan diri ketika sedang tidak bersama suami? Tidak bersenda gurau dengan lelaki lain dan membiarkan diri Anda dirayu olehnya? Ingatlah Nabi saw. bersabda tentang ciri perempuan salehah adalah, "kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …"  (HR Hakim)
Mungkin ini sedikit bahan pertanyaan bagi para muslimah, khususnya para istri, demi memperbaiki kualitas rumah tangga Anda dan meningkatkan level ketaatan Anda di hadapan suami dan pastinya Allah SWT.

Semoga Allah memberkahi rumah tangga kaum muslimin yang taat kepadaNya.
Sumber : http://www.iwanjanuar.com/5-pertanyaan-untuk-para-istri. 
      www.facebook.com/720805134635266

Sabtu, 11 April 2015

Elvis Ilyas: Bubar FKTI



Pertemuan Inkai Kota Metro
Metro - Pertemuan keluraga Besar Intitute Karate-Do Indonesia (Inkai) beserta anggota Majelis Sabuk Hitam (MSH) di Rumah Makan Metro Raya, boleh jadi sebagai pengembalian alur sejarah olahraga bela diri karate di Metro dan sekitarnya.
Pertemuan tersebut tidak terlepas dari momentum 40 tahun berdirinya Inkai di Indonesia yang perayaan akbarnya sudah dilakukan di Jakarta (15-17/4-2011) lalu dan di tingkat Provinsi Lampung dilaksanakan di Pasir Putih, Minggu (24/4) lalu.
Kenapa momentum pertemuan Inkai di Metro dikatakan bersejarah? Karena, Selasa (25/4) kemarin merupakan puncak perjalanan Federasi Karate-Do Tradisionil Indonesia (FKTI) setelah ke luar dari Institute Karate-Do Indonesia (Inkai) beberapa tahun silam.
Perpisahan karateka Inkai beserta para MSHnya, terjadi di RM Metro Raya beberapa tahun silam, dan mereka menyatakan ke luar dari Inkai, kemudian bergabung dengan FKTI.
Saat itu, tokoh karate Lampung seperti Gunawan, Elvis Ilyas, Imron (alhm), Ramli, Herman dan kawan-kawannya mengibarkan bendera FKTI. Sementara Inkai terus melanjutkan program kerjanya.
Kini, setelah berpetualang di FKTI, sejak 11 April 2011, mereka yang menjadi tokoh FKTI Pusat menyatakan muncur dari FKTI dan membubarkan FKTI di Lampung.
”Saya katakan sejak 11 April 2011 lalu, setelah menghadap Dewan Guru Inkai di Jakarta, kami menyatakan kembalki lagi ke Inkai. Karena dasar kami adalah Inkai,” kata karateka Dan IV, H Elvis Ilyas.
Sementara itu, sekretaris umum Inkai Pengurus Kota (Pengkot) Metro, Naim Emel Prahana SH dalam sambutannya mengatakan, kebersamaan, kearifan, komunikasi, dan koordinasi akan menjadi perhatian Inkai ke depan, setelah bergabung kembalinya karateka dari FKTI.
”Masalah prestasi, harus didukung oleh semua unsur, yang pelaksanaannya secara tehnis ada di tangan MSH, namun prestasi tidak bisa dicapai, jika tidak ada kebersamaan,” jelas Bang Naim—panggilan akrab sekretaris Inkai Kota Metro ini.
Masalah kekurangan, kelemahan pasti ada selama ini, akan tetapi, marilah kita sama-sama menutupi kekurangan tersebut dan kelebihannya, mari kita konttribusikan ke Inkai prestasi, tambah Bang Naim.
Dalam pertemuan kemarin di R Metro Raya, kebanyakan hadir adalah anggota MSH dari kedua belah pihak yang sudah menyatakan bersatu kembali.
Sedangkan Sekjen JKE Internasional perwakilan Indonesia, Gunawan (DAN V) dalam sambutannya lebih banyak menyinggung masalah rutinitas latihan dan TC, ada tidak adanya kejuaraan, TC tetap harus jalan, kata Gunawan.
Hadir dalam acara tersebut kemarin, beberapa anggota MSH yang tidak asing lagi, seperti Rastoto, Khie Siong, Purwadi, Mujiran, Giri Rianto, Yoseph Nenotaek, Elvis Ilyas, Gunawan, Herman, Dedy Widjaya, Eko Permadi dan lainnya.
Inkai Metroi bertekad untuk meningkatkan prestasi yang dicapai selama ini. (RD-10)

Senin, 15 Desember 2014

Perbudakan Teknologi



 Oleh Naim Emel Prahana*

KENYATAAN kekuasaan bengsa-bangsa di dunia akan menyimpulkan kalau zaman Globalisasi akan memporak-porandakan keutuhan suatu tatanan adat kebiasaan suatu masyarakat (bangsa), menjadi terkonflik di semua aspek kehidupannya. Salah satu negara adijaya (adikuasa), Uni Soviet merasakan bagaimana reformasi yang bertujuan untuk restrukturisasi aspek-aspek kehidupan, termasuk aspek informasi. Menjadikan negara Komunis itu terpecah belah menjadi beberapa negara.

Jauh sebelum diluncurkannya paham Globalisasi, di Uni Soviet sejak tahun 1850 sudah digulirkan restrukturisasi yang mereka sebut dengan Prestroika (restrukturisasi bidang politik dan ekonomi). Dan kemudian Uni Soviet di tahun 1986 meluncurkan program pemerintahannya dengan Glasnot-nya (membangun keterbukaan di semua bidang di dalam institusi pemerintahan, termasuk bidang informasi. Program itu diluncurkan oleh Presiden Mikhail Gorbachev.

An economic policy adopted in the former Soviet Union; intended to increase automation and labor efficiency but it led eventually to the end of central planning in the Russian economy. Pembaharuan di semua bidang di Uni Soviet itu bukan tidak memunculkan masalah baru. Program itu disambut hangat masyarakatnya, akan tetapi kaum orthodoks mengecamnya. Alhasil, Uni Soviet pun terpecah belah menjadi beberapa negara merdeka dan negara induknya Uni Soviet berubah nama menjadi Rusia.

Globalisasi-isme
Globalisasi (bahasa) tidak lain berasal dari kata ‘Global’ adalah mendunia dan ‘sasi’  suatu Proses. Jadilah Globalisasi menurut menjadi "Proses sesuatu yang mendunia". Beberapa pendapat yang penulis kutip sangat perlu diketahui misalnya pendapat Thomas L Friedman yang mengatakan “Globalisasi memiliki dimensi idiologi dan tekhnologi. Di mana, dimensi ideologi berupa kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia”.
Sementara itu Malcom Waters menyimpulkan “Globalisasi sebagai sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma di dalam kesadaran orang”. Padahal, Emanuel Ritcher mengatakan “Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi ke dalam saling ketergantungan dan persatuan dunia”

Ketika terjadi reformasi di Indonesia 1997, Ahmad Suparman mengatakan, Globalisasi adalah sebuah proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan setiap individu di dunia ini tampa dibatasi oleh wilayah. Pendapat Ahmad Suparman itu hampir mirip dengan apa yang diungkapkan oleh Martin Albrown bahwa Globalisasi menyangkut seluruh proses di mana penduduk dunia terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global.
Saat ini banyak pihak sepakat kalau kesimpulan tentang Globalisasi itu adalah " Sebuah proses dimana antar individu / kelompok menghasilkan suatu pengaruh terhadap dunia "

Penjajahan dan Teknologi
Dampak Prestroika—Glasnot dan kemudian dikemas oleh dunia modern sebagai era Globalisasi pada hakekatnya adalah penguasaan dunia melalui management kapitalisme dan liberalisme, guna menyatukan bangsa-bangsa di dunia ini dengan tanpa batas. Persoalannya adalah bagi negara-negara berkembang dan miskin akan menjadi korban era globalisasi.

Artinya, globalisasi memaksa suatu masyarakat di negara lain untuk menggunakan produk-produk suatu negara, baik itu melalui perdagangan bilateral maupun ultilateral atau melalui perdagangan bebaa. Ketika suatu negara berupaya menghadang perdagangan bebas tersebut, maka banyak negara merasa dirugikan, segera melakukan protes.
Di zaman Departemen Penerangan—waktu itu dipimpin Harmoko, pernah melakukan penyetopan film-film impor dari Amerika Serikat dan sekutunya. Namun, imbalan yang diterima, Amerika Serika (AS) melakukan boikot untuk beberapa komoditas Indonesia yang biasa di ekspor ke negara tersebut dan negara lain. AS, juga mulai melakukan upaya propaganda terhadap Indonesia di forum internasional.

Sebagai catatan bahwa Globalisasi itu berproses mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat (diantaranya RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota, Kabupaten, Provinsi), Pulau, Negara, dan Antar negara sehingga mendunia. Disebutkan alasan perlunya globalisasi didukung, karena (antara lain) berkembangnya cara berpikir dan semakin majunya pendidikan, kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, penemuan sarana komunikasi yang semakin canggih, perkembangan HAM dan adanya informasi - informasi baru.

Tentunya, tidak semua aspek perkembangan kehidupan manusia dan masyarakatnya berdampak positif. Banyak diantaranya berdampak negatif ekstrim. Beberapa dampak itu, selain dampak politik dan monopoli adalah penggunaan produk teknologi di bidang informasi yang salah kaprah.

Kemudian dampaknya, globalisasi tidak bisa di hindari karena hidup itu terus berkembang tidak mungkin diam saja, dan pasti menghasilkan suatu pengaruh / perubahan. Mau tidak mau globalisasi pun akan terus berkembang mengikuti  zaman tersebut. Sebab, globalisasi memiliki dampak positif maupun dampak negatif yang sama-sama kuatnya.  Masyarakat yang konsumtif, segala informasi tidak tersaring untuk informasi baik maupun informasi buruk, pemborosan dan perilaku yang menyimpang dari adat ketimuran, condong pada budaya barat sehingga budaya pribadi sering ditinggalkan, sikap individualis dan menutup diri sering terjadi pada individu yang mengikuti arus globalisasi secara terus-menerus

Manusia (khusus di Indonesia) menjadi budak teknologi dari salah kaprah penggunaan handphone, televisi (acara-acara televisi), kendaraan, senjata api, foto digital dan sebagainya. Dari kesalah-pahaman penggunaan teknologinya itu muncullah berbagai kejahatan-kejahatan umum dan kejahatan khusus. Dari detail kejadian-kejadian akibat slah memahami menggunakan handphone semakin banyaknya kasus kawin cerai seperti membeli barang di pasar. Menggunakan kecanggihan teknologi recording pada handphone dan camera melahirkan banyaknya video-video tidak senonoh dan sebagainya. Dampak itu secara terang-terangan menatang aturan hukum yang diberlakukan di setiap negara, akan menjadi kronis jika aparat penegak hukumnya pun ikut terlibat enjadi bagian-bagian dari proses lahirnya kejahatan menggunakan teknologi canggih saat ini. Seperti Indonesia saat ini mengalami perbudakan teknologi dan materi yang sudah over dosis.

*) penulis peminat masalah social dan budaya, penulis tesis Pengaruh Film Terhadap Kriminalitas” tahun 1986.

KHASIAT TANAMAN CIPLUKAN



Nama Latinnya Physallis angulata Linn. Atau physallis minima Linn Nama Daerah : keceplokan, nyornyoran, cecenet, cecendet. Klasifikasinya: Bangsa : Solonales Suku : Solonaceae Marga : Physallis Jenis : Physallis peruviana. Kegunaannya: Dalam pengobatan Alternatif Herbal Influenza, Sakit tenggorok, Batuk rejan, Bronchitis, Gondongan, Pembekakan buah pelir, Bisul, Borok, Kencing manis, Sakit paru – paru, ayan.



















JERUK NIPIS






















Tanaman ini diduga berasal dari daerah India sebelah utara.

Manfaat Jeruk Nipis
1.      menjadi minuman yang menyegarkan,
2.      buahnya bisa mencegah dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Kelebihan Jeruk Nipis Dibanding Jeruk Jenis Lainnya
Dari sekian banyak jenis jeruk seperti, jeruk keprok, jeruk manis, jeruk sitrun, jeruk sambal, jeruk nipis. Namun dari sisi manfaat tidak ada yang menyamai jeruk nipis.

Ciri Khas Jeruk Nipis
1.  Banyak cabang,
2.  Tinggi bisa mencapai 6 meter.
3.  Daunnya berbentuk bulat telur dan bertangkai
4.  Bunganya berbentuk bintang berwarna putih.
5.  Batangnya berkayu keras
6.  Bisa berbuah setelah umur 2,5 tahun.
7.  Buah berbentuk bulat dengan permukaan yang licin, berkulit tipis, dan berwarna hijau kekuningan jika sudah tua.

Kandungan Jeruk Nipis
1.  Jeruk nipis mengandung banyak air dan vitamin C yang tinggi.
2.  Daun, buah, dan bunganya, mengandung minyak terbang limonin dan linalool.

Daerah Cocok Tanam Jeruk Nipis
Biasanya jeruk nipis tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah yang banyak terkena sinar matahari. Jeruk Nipis mulai dari pohon, buah, akar, daun, dan bunganya sering digunakan sebagai obat.
Menurut dr Prapti Utami, buah jeruk nipis mengandung beberapa zat yang bermanfaat bagi tubuh, antara lain, asam sitrun, glukosa, lemak, minyak atsiri, vitamin C, kalsium, fosfor, belerang, dan asam amino. “Banyaknya kandungan yang terdapat pada jeruk nipis membuat buah ini banyak digunakan sebagai obat, Minyak atsiri daun jeruk nipis dapat menghambat pertumbuhan staphylococcus aureus (kuman pada kulit).

Kegunaan Jeruk Nipis
Air jeruk nipis dapat digunakan sebagai obat kumur pada penderita sakit tenggotokan. Bau harumnya membuat enak, sedap ketika kita berkumur. Kulitnya, bila ditahan di dalam mulut, bisa mengharumkan atau mengurangi bau mulut tak sedap dan mengatasi radang karena mengandung zat asam yang dapat mematikan kuman. Dapat juga digunakan untuk menghilangkan lemak atau minyak di tangan sehabis makan.

Khasiat Jeruk Nipis Dapat Mengatasi:
1.      disentri,
2.      sembelit,
3.      ambeien,
4.      haid tak teratur,
5.      difteri,
6.      jerawat,
7.      kepala pusing atau vertigo,
8.      suara serak,
9.      batuk,
10.  bau badan,
11.  menambah nafsu makan,
12.  mencegah rambut rontok,
13.  ketombe,
14.  flu,
15.  demam,
16.  terlalu gemuk,
17.  amandel,
18.  penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit),
19.  mimisan, dan
20.  radang hidung.