Minggu, 29 April 2012

Puskesmas Bantul Tolak Buat Rujukan


Metro Selatan -Sayang sekali, ketika pemerintah kota (Pemkot) Metro tengah giat-giatnya membangun tingkat pelayanan publik yang maksimal, pasca terpuruknya daerah kota itu dibidang pelayanan publik beberapa waktu lalu. Ternyata masih banyak PNSnya yang tidak mendukung.
Salah satunya adalah PNS di Puskesmas Metro Selatan (Bantul), yang tidak mau melayani permintaan surat rujukan ke rumah sakit untuk check up kesehatan.
Hal itu dialami oleh seorang anak PNS di Sat Pol PP Metro, Senin (243/4) yang akan mengurus persyaratan pencalonannya untuk mendaftar anggota Polri. Namun, saat minta surat rujukan di Puskesmas Metro Selatan, ia ditolak mentah-mentah oleh seorang asisten dokter Puskesmas setempat.
Melalui telepon genggam, orangtua korban yang tidak dilayani sebagaimana mestinya kepada LE mengatakan, ia merasa tersinggung dengan penolakan pegawai Puskesmas bernama Maindarti itu.
Coba bayangkan, anak saya mau check up kesehatan di RSUD A Yani, sebelumnya mau minta surat rujukan di Puskesmas Metro Selatan. Tapi, entah karena apa, ditolak oleh Maindarti.
“Yang minta rujukan itu hanya orang sakit saja,” kata Maindarti sebagaimana diucapkan oleh anak PNS di Sat Pol PP yang tidak mau disebutkan namanya itu.
Ketika ditanya tentang, kenapa tidak boleh. Pegawai Puskesmas Metro Selatan itu malah balik bertanya, “Bapak kamu siapa dan kerja di mana?”
Si anak Sat Pol PP itu menjawab, kalau ayahnya sebagai PNS di Pol PP Metro, mendengar jawaban itu, bukannya dibuat rujukan, melainkan ditolak dengan tindakan kasar, berikut ucapan yang menyakitkan.
“Saya banyak urusan lain mengurus pasien,” kata Maindarti kepada si anak itu. Tentu saja prilaku pegawai Puskesmas Bantul itu membuat orangtuanya tersinggung.
Di konfitrmasi, Selasa (24/4) kemarin Maindarti kepada wartawan tidak mau memberi komentar, hanya ia bilang yang berhak memberikan keterangannya adalah pimpinan Puskesmas.
Saat dikonfirmasikan kepada pimpinan Puskesmas Bantul, Aik—kemarin ia sedang Rakor di Pemkot Metro, katanya usai Rakor ia masih ada tugas di Metro dan setelah itu baru bisa ditemui.
Ternyata sampai sore kemarin ditunggu, dan dihubungi via telepon, Aik tidak biosa dihubungi lagi. Dan apa yang terjadi di Puskesmas Metro Selatan (Bantul) itu, menjadi PR berat buat Walikota Metro dan jajarannya. (naim emel prahana/RD-2)

Tidak ada komentar: