Rabu, 10 Februari 2016

Dinsyalir Banyak Warga Gelap Di Yosomulyo



Metro, LE
Akibat adanya beberapa warga yang pindah dan membeli rumah di daerah Yosomulyo, tidak pernah melapor kepada aparat pemerintah kelurahan, khususnya kepada RT dan RW, diduga di kelurahan Yosomulyo banyak warga gelap yang tinggal di sana.
Hal itu terungkap ketika Ketua RT 09 RW 03 memberikan pethuk (lembaran pajak ) kepada salah seorang warga baru yang tinggal di pinggir Jl Hasanuddin, pak RTnya malah dibentak.
Menurut RT 09, Safaruddin ia bermaksud mengantarkan pethuk PBB kepada pemilik tanah bernama Jarot—sebagaimana tertulis pada pethuk itu.
“Saya sudah berkali-kali mengetuk pintu gerbang rumah mewah milik seorang dokter yang tugas di RS Mardi Waluyo. Tapi, nggak dibuka-buka,” kata RT.
Karena saya harus menyampaikan lembaran pajak PBB itu, saya berusaha mencari kancing pintu gerbang rumah tersebut, akui Pak RT 09. Tapi, kata dia, tiba-tiba dirinya dibentak oleh suami si dokter.
Kemudian, ketika mau disodorkan lembaran pajak PBB itu, si sumai dokter tersebut menolak untuk membayar dengan alasan tanah itu sudah ia beli, bahkan dirinya menmgakui sudah di-BBN di kelurahan melalui “kaki tangannya”
Menurut pak RT 09, ia hanya bertugas menyampaikan surat pajak, jika sudah BBN silakan dirubah pada lembaran pajaknya, dan silakan bayarlah PBB melalui kaki tangan bapak di kelurahan.
Ketika koran ini mengkonfirmasikan kepada RT 09, apakah warga baru pindah dan membangun rumah mewah itu sudah melapor. Menurut RT 09 mereka belum melapor sama sekali.
Kemudian, tidak jauh dari rumah si dokter itu masih ada warga yang sudah tahunan tinggal di RT 09 RW 03 Kelurahan Yosomulyo belum pernah melapor kepindahannya, bahkan tidak diketahui apakah ada KTP atau tidak.
Karena, sudah tiga kali pergantian RT, keluarga yang membeli rumah pensiunan TNI bernama M Sobri Ilyas itu, sudah beberapa kali diminta untuk membuat KTP yang berdomisili mereka sekarang. Tapi, tetap saja tidak digubris.
“Padahal, kata warga perempuannya itu PNS kerja di RSUD A Yani sementara suaminya swasta bekerja di bank, tapi kesadarannya untuk mengurus administrasi kependudukan sangat kurang,”
Warga minta pihak kelurahan Yosomulyo harus tegas dengan masalah tersebut, karena kalau terjadi apa-apa, mereka yang tak pernah melapor, tidak punya surat pindah dan tidak punya KTP Yosomulyo akan mengalami masalah. (RD-02)

Tidak ada komentar: